Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi saat menjadi pembicara dalam Diskusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2025).
JT - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi mengusulkan pentingnya penyediaan menu alternatif dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa yang memiliki kondisi khusus, seperti fobia terhadap makanan tertentu.
Hal ini disampaikan Hasan dalam forum diskusi MBG di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu, berdasarkan pengalamannya mengunjungi beberapa sekolah di daerah untuk memantau implementasi Program MBG di lapangan.
Baca juga : LDK PP Muhammadiyah Luncurkan Mualaf Learning Center untuk Pembinaan Mualaf di Berbagai Daerah
“Waktu itu kami bertemu dengan misalnya anak yang nggak makan nasi. Hampir di setiap sekolah itu ada anak yang tidak mau makan nasi, begitu ada dikasih makanan itu mereka nggak makan," katanya.
Menurut Hasan, ada beberapa kasus dimana siswa menolak makan nasi karena alasan fobia dan mereka yang mengalami kondisi khusus lainnya.
Misalnya, di Jakarta dan Sukabumi, saat PCO bertemu dengan anak-anak yang tidak mau makan nasi. Setelah ditanyakan kepada guru dan orang tua, ternyata mereka memang memiliki fobia nasi yang disebabkan pengalaman buruk saat kecil.
Baca juga : KPK Periksa Wali Kota Semarang dan Alwin Basri Sebagai Tersangka Kasus Korupsi
"Apakah mungkin waktu kecil pernah keselip nasi atau apa. Pokoknya kita kasih catatan masukan ke BGN, berarti harus ada makanan lain yang disiapkan untuk anak yang fobia nasi atau alergi tertentu," ujarnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Hasan menyarankan agar disediakan menu alternatif seperti roti atau sandwich di sekolah.
Noval Arisandi
Bagikan