Anggota Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Imam Nahei (bawah) dalam diskusi live Instagram bertajuk "Perempuan Dalam Pandangan Islam", di Jakarta, Jumat (13/9/2024). (ANTARA/Anita Permata Dewi)
JT – Anggota Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Imam Nahei, menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membentuk pandangan mengenai kesetaraan gender. Dalam diskusi Live Instagram bertajuk "Perempuan Dalam Pandangan Islam" di Jakarta, Jumat (13/9/2024),
Imam Nahei menyatakan bahwa keluarga harus mengembangkan prinsip kemitraan dan kesejajaran antara laki-laki dan perempuan.
Baca juga : Jessica Wongso Pilih Walk Out Saat Sidang PK Berlangsung
"Di dalam keluarga harus dibangun kemitraan, kesejajaran," ujar Imam Nahei.
Dia menjelaskan bahwa laki-laki dan perempuan seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja dan memperoleh penghasilan.
"Siapapun yang menghasilkan uang untuk keluarga harus dipahami dalam konteks kesetaraan, kemitraan," tambahnya.
Baca juga : Dukung Indonesia Emas 2045, Baznas Optimalkan Tata Kelola Zakat
Imam Nahei juga mengkritik pandangan sebagian pemuka agama yang menganggap bahwa hanya laki-laki yang berhak mencari nafkah. Dia menjelaskan bahwa dalam tafsir agama dan teks fikih, memang dianjurkan bahwa laki-laki harus memberikan nafkah. Namun, jika laki-laki tidak memenuhi tanggung jawab ini, kepemimpinan mereka dalam keluarga bisa dipertanyakan.
Padahal, banyak perempuan yang turut membantu perekonomian keluarga melalui berbagai cara, seperti bercocok tanam, berdagang, atau bekerja di kantor. Bahkan, dalam beberapa kasus, perempuan dapat menghasilkan pendapatan yang lebih besar daripada suami mereka.
Ardi Mahardika Noor
Bagikan