JT - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Puan Maharani mengatakan wacana penambahan komisi di DPR sedang dimatangkan, menyusul adanya rencana penambahan kementerian pada kabinet pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
Menurut Puan, kemungkinan penambahan komisi di DPR harus dilakukan agar bisa memperkuat kemitraan antara pemerintah dan legislatif.
"Jadi, itu sedang kita godok dan kita laksanakan ya sesuai dengan mekanismenya," kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.
Saat ini alat kelengkapan dewan di DPR RI terdiri atas sejumlah badan dan 11 komisi. Puan mengatakan penambahan komisi akan terjadi jika memang nantinya ada penambahan kementerian.
Saat ini aturan batas jumlah kementerian sebanyak 34 kementerian sudah diubah menjadi tidak dibatasi sesuai dengan kebijakan presiden.
Selain itu, Puan memastikan penambahan kementerian akan dilakukan sesuai dengan mekanisme agar tidak menjadi kesempatan untuk bagi-bagi jabatan. Jika terlaksana, Puan mengatakan penambahan komisi di DPR RI bakal dibicarakan sesuai dengan musyawarah dan mufakat.
Sebelumnya, Rapat Paripurna DPR RI Ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2024-2045 menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (RUU Kementerian Negara) menjadi undang-undang.
Salah satu ketentuan krusial yang dilakukan perubahan dalam RUU ini, yakni mengakomodasi pembentukan jumlah kementerian sesuai dengan kebutuhan presiden sehingga tidak dibatasi hanya 34 kementerian, seperti ketentuan dalam undang-undang yang belum diubah.* * *
Ketua DPR: Wacana Penambahan Komisi Sedang Disusun Secara Matang
Related Post
TERKINI
Polri Tegaskan Komitmen Berantas Judi Daring, Sejalan dengan Astacita
02 November 2024 18:50
TERKINI
BPJS Kesehatan Perkenalkan New Rehab 2.0, Ringankan Peserta Bayar Tunggakan
03 Februari 2025 17:20
TERKINI
Paus Fransiskus Ajak Masyarakat Indonesia Bangun Kerukunan Antar-Umat Beragama
05 September 2024 11:44
TERKINI
BNN Ungkap Jaringan Peredaran Narkoba Internasional, Enam Tersangka Ditangkap
24 Oktober 2024 14:14
TERKINI
Kemensos Susun Data Tunggal Keluarga Miskin untuk Cegah Salah Sasaran Bansos
18 Desember 2024 14:30
TERKINI
Noval Arisandi
Bagikan