Remaja Diingatkan Pentingnya Kesiapan Mental dan Fisik Sebelum Menikah

Arsip foto - Para pelajar SMA Negeri 1 Jakarta memerankan adegan pernikahan usia dini di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

JT – Kepala Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Satyagatra Universitas YARSI, dr. Maya Trisiswati, MKM, mengingatkan remaja untuk mempertimbangkan secara matang sebelum memutuskan menikah di usia muda. Menurutnya, pernikahan yang dilakukan tanpa persiapan yang memadai berisiko berujung pada perceraian.

“Dalam merencanakan pernikahan, ada lima kesiapan utama yang harus diperhatikan, yaitu kesiapan usia, fisik, mental, finansial, dan kesiapan menjadi orang tua,” ujar Maya di Jakarta, Jumat.

Baca juga : Pemprov DKI Luncurkan Program Wolbachia untuk Atasi DBD di Jakarta Barat

Ia menambahkan bahwa kelima faktor tersebut harus dipertimbangkan secara matang oleh para remaja sebelum mereka melangsungkan pernikahan. Kegagalan dalam mempersiapkan aspek-aspek tersebut bisa mengakibatkan persoalan dalam pernikahan di masa mendatang.

Selain kesiapan mental dan finansial, Maya juga menekankan pentingnya kesiapan usia untuk menikah. Menurutnya, usia ideal bagi wanita untuk menikah adalah 21 tahun, sementara untuk pria adalah 25 tahun. Pada usia ini, organ reproduksi dinilai sudah matang dan siap untuk menjalankan fungsi reproduksi secara sehat.

“Usia yang ideal penting karena organ reproduksi pada usia tersebut sudah siap secara biologis untuk melakukan pembuahan dengan sehat. Menikah terlalu muda dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi pasangan,” ujar Maya.

Baca juga : Sudin Sosial Jakbar Salurkan 275 Alat Bantu untuk Penyandang Difabel di 2024

Maya juga mengingatkan remaja untuk memahami tujuan utama dari sebuah pernikahan. Menurutnya, pernikahan tidak hanya sekadar menyatukan dua individu, tetapi juga menciptakan keluarga yang baru dengan segala tantangan dan dinamika yang akan dihadapi ke depannya.

“Banyak orang memiliki tujuan berbeda dalam pernikahan, tetapi esensi dari pernikahan adalah membangun sebuah keluarga baru yang sehat dan harmonis, serta mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas,” kata Maya.